Sejarah

Sekilas Sejarah

Kerajaan Kanjuruhan berdiri pada abad ke-6 Masehi di antara Sungai Brantas dan Sungai Metro di lereng sebelah timur Gunung Kawi.

Kini dataran itu bernama Dinoyo, Merjosari, Tlogomas, dan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Keberadaan kerajaan Kanjuruhan diketahui dari Prasasti Dinoyo yang ditulis pada tahun 682 Saka atau tahun 760 M.

Prasasti ini hakikatnya memperingati pembaharuan dan pendirian area Agastya.

Bila melihat sejarah, di bawah pemerintahan Raja Gajayana Kerajaan Kanjuruhan berkembang pesat, baik pemerintahan, sosial, ekonomi maupun seni budayanya.

 

Situs Watu Gong Ketawanggede

Tidak semua situs sejarah berada di daerah pinggir yang jauh dari pemukiman. Situs Ketawanggede menjadi bukti akan hal itu.

Situs Ketawanggede terletak di tengah kota yang sangat padat penduduknya, letaknya berada di samping Universitas Brawijaya Malang. Lokasinya tepat berada di halaman parkir restoran cepat saji Mc Donald yang ada di Jalan MT Haryono.

Di sebuah tempat yang ada pagarnya ini, situs Ketawanggede terkumpul dan terdiri dari beberapa batu andesit yang berbentuk seperti batu gong, potongan miniatur candi, dan dua buah Yoni yang terbuat dari batu andesit yang sudah rusak. Yoni yang berbentuk kotak itu oleh masyarakat setempat lebih sering disebut sebagai lumpang kotak.

Situs Ketawanggede adalah peninggalan agama Hindu, Batu Gong yang kemudian menjadi nama kampung Watu Gong tersebut lebih berbentuk umpak yang digunakan untuk menahan tiang bangunan yang biasanya terbuat dari kayu.

Diperkirakan, keberadaan situs Ketawanggede merupakan peninggalan dari Kerajaan Kanjuruhan. Sebuah kerajaan yang diperkirakan tertua di Jawa Timur dengan penguasa yang terkenal bernama Raja Gajayana. Para ahli memperkirakan jika di sekitar tersebut masih ada peninggalan yang lain misalnya Candi, namun pencarian itu urung dilakukan karena tanah yang ada di sana sudah sepenuhnya milik restoran cepat saji tersebut.

Meski berita keberadaan situs Ketawanggede baru hadir di era tahunpun 2012, nyatanya situs tersebut sudah ada di catatan Belanda di tahun 1907 dan 1927, menurut catatan itu batu-batu itu dulu berserakan di pinggir jalan sebelum dikumpulkan dan disimpan dalam sebuah cungkup.

Kabarnya, dulu di sana juga terdapat tiga buah lingga, arca Ganesha dan arca lembu Nandi. Kini keberadaannya sudah tidak ada karena sudah disimpan di Museum maupun Gedung Kelurahan Ketawanggede. Sayangnya, ketidaktahuan masyarakat dulu tentang benda sejarah juga membuat batu-batu sebesar gong dihancurkan kemudian digunakan untuk membuat rumah, dan yang ada di sana adalah sisa saja.

Sementara itu, pihak Disbudpar Malang menyatakan jika keberadaan situs Ketawanggede sudah diteliti. Namun, pihak pemkot Disbudpar tidak memindahkannya ke Museum Mpu Purwa karena pihak pemilik resto cepat saji menyatakan ingin melakukan perawatan.

Kelurahan Ketawanggede merupakan kelurahan yang terletak di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kelurahan ini terdiri dari lima RW (Rukun Warga) dan 32 RT (Rukun Tetangga).

Secara administratif, Kelurahan Ketawanggede dikelilingi oleh kelurahan lainnya yang ada di Kota Malang. Di sebelah utara, Kelurahan Ketawanggede berbatasan langsung dengan Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru. Sedangkan di sebelah timur, kelurahan ini berbatasan langsung dengan Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen. Di sebelah selatan, Kelurahan Ketawanggede berbatasan dengan Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru. Lalu, di sebelah barat, Kelurahan ini berbatasan dengan Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru.

Ketawanggede dipimpin oleh seorang Lurah. Dalam mengemban tugasnya sehari-hari, Lurah Ketawanggede dibantu oleh staf dengan jumlah personel 10 orang. Untuk mengurus administrasi kependudukan, warga setempat bisa datang ke Kantor Kelurahan Ketawanggede yang beralamatkan di Jl. Gajayana No. 17 B, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65145. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor telepon kantor 0341-572514, mengirimkan faks ke 0341-572514, mengirimkan email ke kel-ketawanggede@malangkota.go.id, atau melihat laman resminya di http://kelketawanggede.malangkota.go.id.

Dalam menjalankan tugas pemerintahan di wilayahnya, Kelurahan Ketawanggede memiliki mitra kerja. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga masyarakat, hingga pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Selain itu, ada organisasi sosial kemasyarakatan seperti karang taruna, karang werda, kader lingkungan, PSM (Pekerja Sosial Masyarakat), Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani dan Nelayan), KKB (Kader Keluarga Berencana), BKB (Bina Keluarga Balita), WKSBM (Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat), Tokoh Masyarakat, Gerdu Taskin, PLKB, Dasawisma, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), TK, Modin, Satgas Linmas, dan lain-lain.

Untuk mendukung misi Kota Malang sebagai salah satu kota pendidikan di Jawa Timur, pendidikan juga digalakkan di Ketawanggede. Sekolah-sekolah menengah yang ada di kelurahan ini antara lain SMA dan SMP Brawijaya Smart School, serta SMK Negeri 2.